Sabtu, 10 Oktober 2009

FISIOTERAPI &
CERVICAL ROOT SYNDROME

Pernahkah Anda merasa sakit nyeri di pundak atau tangan, tetapi tidak menemukan pusat sakitnya? Bisa jadi Anda menderita cervical root syndrome yaitu gangguan yang terjadi pada radiks plexus brachialis yang disebabkan oleh penjepitan saraf, HNP, atau spasme otot. Gangguan pada ujung saraf ini dapal menyebabkan sakit pada bagian tubuh lain, sepanjang saraf itu berada.

Apakah Faktor Penyebabnya ??

• Adanya entrapment (penjepitan)
Kondisi ini misalnya berupa kerusakan pada susunan tulang atau bergesernya bantalan sendi (diskus) di daerah leher hingga menjepit saraf di sekitarnya.
• Kebiasaan postur yang buruk seperti menelepon dengan posisi leher menekuk atau menonton TV dengan kepala terfiksir pada satu arah.
• Spasme otot-otot leher karena kelelahan, stress, dll.



Bagaimana Nyeri yang Dirasakan ??

Ciri khas saraf terjepit adalah rasa nyeri pada leher dan bahu yang tajam dan panas dan menyebar sepanjang perjalanan saraf brachialis yaitu ke lengan hingga ke telapak tangan. Pada kasus yang berat, biasanya pasien mengalami kesemutan di tangan dan gerakan refleksnya berkurang.

Bagaimana Cara Mencegahnya ??

• Hindari menelepon dengan posisi leher menekuk. Anda bisa menggunakan headset untuk mengatasinya.
• Cari posisi tidur yang nyaman, terutama untuk leher.
• Bila menonton pertunjukkan atau pertandingan langsung maupun melalui layar lebar, pilih tempat duduk yang tepat sehingga Anda tidak harus menolehkan-nolehkan leher.
• Kurangi aktivitas yang membuat leher terfiksir pada satu arah dan membuat tegang otot-otot leher.
• Jika ada keluhan segera beri tindakan. Biasanya pasien datang jika kondisinya sudah parah atau mengalami gejala kelumpuhan lanjut hingga tidak dapat disembuhkan sepenuhnya lagi.


Bagaimana penanganan yang tepat ??

• Segera periksakan diri ke dokter ketika merasakan gejala awal.
• Menggunakan penahan tulang leher (cervical collar)
Tujuannya untuk membantu membatasi gerakan pada leher, sehingga bisa mengurangi rasa sakit.

• Menggunakan bantal khusus untuk leher (cervical pillow)
Bantal ini dirancang khusus, sesuai dengan struktur tulang leher manusia, untuk mengurangi rasa nyeri dan membantu pasien bisa tidur lebih nyenyak di malam hari. Bantal ini bisa dibeli di toko alat kesehatan ataupun terapis kesehatan.
• Renang dan pilates
Olahraga yang tepat bagi pasien radiculopati cervical atau saraf terjepit adalah berenang dan pilates. Kegiatan fisik ini dapat memperkuat otot punggung dan leher tanpa menimbulkan tekanan yang besar pada tubuh, sehingga meminimalkan risiko timbulnya nyeri.

• Terapi fisik (fisioterapi)
Fisioterapi merupakan cara yang paling sering disarankan oleh ahli medis untuk mengurangi rasa sakit dan peradangan pada pasien saraf terjepit. Terapi ini dapat meningkatkan kemampuan tubuh dan membantu mengurangi rasa sakit, sehingga pasien dapat lebih leluasa menjalankan aktivitas sehari-hari.

Bagaimana Fisioterapi Dapat Mmembantu ??

Fisioterapi merupakan cara yang paling sering disarankan oleh ahli medis untuk mengurangi rasa sakit dan peradangan pada pasien saraf terjepit. Terapi ini dapat meningkatkan kemampuan tubuh dan membantu mengurangi rasa sakit, sehingga pasien dapat lebih leluasa menjalankan aktivitas sehari-hari. Penanganan yang dilakukan melalui :
• Traksi dan kompresi
• Mobilisasi saraf
• Blocking nyeri
• Memperbaiki sirkulasi
• Menurunkan spasme

Osteoarthritis


Osteoarthritis

"Nyeri persendian yang membuat anda menderita,Segera tangkal sebelum terjadi"

Apa dan Siapa yang dapat terserang penyakit ini?

Osteoarthritis merupakan bentuk radang sendi yang serius,disebabkan peradangan kronis yang bersifat progressif,menyangkut persendian,ditandai adanya rasa sakit dan bengkak pada sendi-sendi terutama pada jari-jari tangan,pergelangan tangan,siku,dan lutut.Pada penyakit ini terjadi penurunan fungsi tulang rawan terutama yang menopang sebagian berat badan dan seringkali terjadi pada persendian yang sering digunakan.Penyakit ini bisa terjadi pada usia 50 tahun ke atas dan lebih sering mengenai penderita dengan kegemukan .Pada usia lanjut tampak dua hal yang khas yang dirasakan yaitu rasa sakit pada persendian dan terasa jika digerakkan.

Osteoarthritis (disingkat OA) merupakan salah satu jenis dari keluarga besar penyakit Arthritis yang paling sering terjadi.Literatur menunjukkan 1 dari 6 populasi menderita penyakit OA ini.Tidak tanggung-tangung,penyakit ini bisa menyerang segala usia,termasuk 300 ribu anak di Amerika Serikat menderita penyakit ini.Menurut penelitian tersebut OA lebih sering menyerang wanita dibandingkan pada pria.Beberapa diantaranya disebabkan keturunan. Penyakit ini bisa juga terjadi pada orang yang mengalami trauma di persendian sebelumnya atau adanya riwayat inflamasi (radang) sebelumnya.

Penyakit ini bisa tanpa gejala (asymptomatic),artinya walaupun menurut hasil X-ray hampir 70% diantara kita yang melewati usia 70 tahun dideteksi menderita penyakit OA,tetapi hanya setengahnya yang mengeluhkan gejalanya sedangkan sisanya hidup secara normal.

Osteoarthritis termasuk penyakit no 2 setelah penyakit Jantung yang mengganggu aktifitas kita.Walaupun tidak menimbulkan kematian tetapi bisa menyebabkan gangguan dalam produktifitas seseorang.

Tanda-tanda Serangan OA:

Beberapa orang mengeluhkan tanda-tanda OA,diantaranya adalah:

1. Persendian terasa kaku dan nyeri apabila digerakkan

2. Adanya pembengkakkan pada salah satu atau beberapa persendian

3. Persendian yang sakit akan berwarna kemerah-merahan

4. Kelelahan yang menyertai rasa sakit pada persendian.

5. Tanda-tanda kesulitan menggunakan persendian.

Ada beberapa faktor resiko terjadinya OA yaitu:

Untuk diketahui ada beberapa faktor pencetus timbulnya OA diantaranya adalah:

1. Usia diatas 50 tahun

2. Adanya kristal pada cairan sendi atau tulang rawan

3. Densitas tulang yang tinggi

4. Riwayat imobilisasi

5. Riwayat perlukaan pada sendi

6. Kegemukan

7. Neurophaty perifer

8. Adanya stress pada sendi yang berkepanjangan,misalnya pada olahragawan.

Gambaran Klinis OA menurut Altman (1991)

1. Nyeri sendi beberapa hari sampai beberapa bulan

2. Pada gambaran radiologis, terdapat osteofit pada tepi sendi

3. Cairan sendinya terdapat 2 atau 3 tanda, diantaranya; jernih, viscous/kental, sel darah putih kurang dari 2000 mm3

4. Kaku sendi di pagi hari kurang dari atau sama dengan 30 menit.

5. Krepitasi (terdengar suara “klik”) pada saat sendi lutut digerakkan.

6. Jika cairan sendi tidak diperiksa, usia kurang dari atau sama dengan 40 tahun.

Mencegah Terjadinya OA

OA bisa saja dihindari dengan mengeliminir faktor predisposisi di atas,tetapi harus diperhatikan juga anjuran dari dokter anda.Sebagai tips,lakukan hal-hal berikut untuk menghindari sedini mungkin anda terserang OA atau membuat OA anda tidak kambuh,yaitu dengan:

1. Menjaga berat badan merupakan factor yang penting agar bobot yang ditanggung oleh sendi menjadi ringan

2. Pengaturan olah raga untuk penderita OA masih sulit diambil kata mufakat,namun bagi penderita OA jenis olah raga yang banyak menggunakan persendian atau yang menyebabkan terjadinya perlukaan sendi sebanyak mungkin dihindari.

3. Hindari perlukaan pada persendian

4. Meminum obat-obatan suplemen sendi (atas anjuran dokter)

Pengobatan Osteoarthritis Tujuan paling utama dari pengobatan penderita Osteoarthritis adalah meningkatkan kualitas hidup,edukasi kepada pasien untuk terus menjaga kesehatan persendiannya dengan mengetahui seluk beluk Osteoarthritis,olahraga yang ringan,modifikasi aktifitas keseharian yang sesuai,pengobatan dengan menggunakan Glucosamine dan Chondroitin.Obat penghilang simptom,terapi alternatif,dan yang paling serius dilakukan adalah operasi pembedahan

Untuk tips perawatannya : kompres hangat pada bagian yang sakit atau rendam dengan air hangat selama 15 menit,dan kurangi berat badan jika terlalu berlebihan.

Jumat, 09 Oktober 2009

SAKIT PINGGANG


Low Back Pain (LBP) adalah rasa nyeri yang terjadi di daerah pinggang bagian bawah dan dapat menjalar ke kaki terutama bagian sebelah belakang dan samping luar. Keluhan ini dapat demikian hebatnya sehingga pasien mengalami kesulitan dalam setiap pergerakan (salah tingkah) dan pasien harus istirahat serta dirawat di rumah sakit.

Keluhan lob back pain ini ternyata menempati urutan kedua tersering setelah nyeri kepala. Dari data mengenai pasien yang berobat ke poliklinik Neurologi menunjukkan bahwa jumlah pasien diatas usia 40 tahun yang datang dengan keluhan low back pain ternyata jumlahnya cukup banyak. Di Amerika Serikat lebih dari 80% penduduk pernah mengeluh low back pain dan di negara kita sendiri diperkirakan jumlahnya lebih banyak lagi.


Mengingat bahwa low back pain ini sebenarnya hanyalah suatu simptom / gejala, maka yang terpenting adalah mencari faktor penyebabnya agar dapat diberikan pengobatan yang tepat.


- PENYEBAB LBP

Pada dasarnya timbulnya rasa sakit adalah karena terjadinya tekanan pada susunan saraf tepi daerah pinggang (saraf terjepit). Jepitan pada saraf ini dapat terjadi karena gangguan pada otot dan jaringan sekitarnya, gangguan pada sarafnya sendiri, kelainan tulang belakang maupun kelainan di tempat lain, misalnya infeksi atau batu ginjal dan lain-lain.


SPASME OTOT (ketegangan otot) merupakan penyebab yang terbanyak dari LBP. Spasme ini dapat terjadi karena gerakan pinggang yang terlalu mendadak atau berlebihan melampaui kekuatan otot-otot tersebut. Misalnya waktu sedang olah raga dengan tidak kita sadari kita bergerak terlalu mendadak dan berlebihan pada waktu mengejar atau memukul bola (badminton, tennis, golf, dll). Demikian juga kalau kita mengangkat benda-benda agak berat dengan posisi yang salah, misalnya memindahkan meja, kursi, mengangkat koper, mendorong mobil, bahkan pada waktu kita dengan sangat gembira mengangkat anak atau cucu kita akan dapat terjadi LBP. Pengapuran tulang belakang disekitar pinggang yang mengakibatkan jepitan pada saraf yang bersangkutan dapat mengakibatkan nyeri pinggang yang hebat juga.

HNP (Hernia Nukleus Pulposus) yaitu : terdorongnya nucleus pulposus suatu zat yang berada diantara ruas-ruas tulang belakang, kearah belakang baik lurus maupun kearah kanan atau kiri akan menekan sumsum tulang belakang atau serabut-serabut sarafnya dengan mengakibatkan terjadinya rasa sakit yang sangat hebat. Hal ini terjadi karena ruda paksa (trauma/kecelakaan) dan rasa sakit tersebut dapat menjalar ke kaki baik kanan maupun kiri (iskhialgia). Adapun sebab lain yang perlu kita perhatikan adalah: tumor, infeksi, batu ginjal, dan lain-lain. Kesemuanya dapat mengakibatkan tekanan pada serabut saraf.

Hendaknya jangan dilupakan adanya stress mental yaitu : suatu keadaan kejiwaan yang menyebabkan pasien tersebut merasa sangat tertekan. Penseritaan kejiwaan stress ini gejala klinisnya dialihkan menjadi LBP, walaupun sebelumnya telah ada faktor-faktor kelemahan dari susunan organ-organ di punggung.


- PENATALAKSANAAN

Penatalaksanaan yang terbaik adalah menghilangkan penyebabnya (kausal), walaupun bagi pasien yang terpenting adalah menghilangkan rasa sakitnya (simptomatis). Jadi kita menggunakan kombinasi antara pengobatan kausal dan simptomatis. Untuk mencari penyebab yang tepat disamping pemeriksaan foto rontgen poros tulang belakang, kadang-kadang diperlukan pemeriksaan khusus misalnya Scanning, MRI, dll.

Pada LBP karena tegang otot dapat dipergunakan SIRDALUD (Tizanidine) yang berfungsi untuk mengendorkan kontraksi otot tersebut (muscle relaxan). Untuk pengobatan simptomatis lainnya kadang-kadang memerlukan campuran antara obat-obat analgesic, anti inflamasi, NSAID, penenang, dll. Apabila dengan pengobatan biasa tidak berhasil mungkin fisioterapi (rehabilitasi) dengan alat-alat khusus maupun dengan traksi (tulang belakang ditarik). Tindakan operasi mungkin diperlukan apabila pengobatan dengan fisioterapi ini tidak berhasil misalnya pada HNP atau pada pengapuran yang berat. Jadi penatalaksanaan LBP ini memang cukup kompleks. Disamping berobat pada Neurolog (spesialis Penyakit Saraf), mungkin juga diperlukan untuk berobat ke internist. Bedah Saraf, Bedah Orthopedi bahkan mungkin perlu konsultasi pada Psikiater atau Psikolog.


- MENCEGAH LEBIH BAIK DARI PADA MENGOBATI

Agar kita tetap sehat, khususnya agar tidak terkena LBP walaupun usia sudah lanjut, perlu dilakukan hal-hal sebagai berikut :

  1. Olah raga yang teratur dimana frekuensi / jumlah dan intensitasnya harus cukup,jangan berlebihan. Bagi yang berbakat LBP, dianjurkan untuk berenang, dan sebaiknya jangan meloncat-loncat.
  2. Mengatur makanan dengan menghindari makanan-makanan yang mengandung banyaklemak, asam urat, dll, agar memperlambat terjadinya pengapuran tulang belakang.Disamping itu usahakan jangan sampai terjadi kelebihan berat badan.
  3. Hidup dalam lingkungan yang sehat dengan udara yang bersih dan menghindari polusi yang berlebihan.
  4. Hidup yang teratur, mengatasi stress, serta menjalani hidup dan beragama dengan sungguh-sungguh.

Dengan cara-cara tersebut diatas, mudah-mudahan kita tetap dalam keadaan sehat dan mudah-mudahan Allah SWT selalu melindungi kita semua.

Template by : kendhin x-template.blogspot.com